Senin, 13 April 2015

CIKIDANG SUNDA

apakabar, kumaha damang orang cikidang?? selamat malam, wilujeung wengi. yuk pertahankan terus eksistensi sunda. karena itu adalah warisan dan ciri khas tersendiri dari nenek moyang kita. melihat perkembangan jaman yang semakin maju dan hadir nya budaya luar yang marak bahkan sudah menjadi tradisi di daerah kita. apa salahnya jika kita mencoba mempertahankan jati diri kita yang sebenarnya yaitu jati diri orang sunda. enggak ada salah nya juga kita meniru dan mengadopsi budaya luar, tapi di usahakan untuk yang satu ini jangan sampai luntur apalagi hilang di telan jaman. oleh sebab itu pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk menyampaikan sedikit pengetahuan tentang SUNDA. cekidot!! Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia. dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,2% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Jika Suku Banten dikategorikan sebagai sub suku Sunda maka 17,8% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama Islam, akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama Kristen, Hindu, dan Sunda Wiwitan (Jati Sunda). Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat suku Baduy di Lebak Banten yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda. Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasa dan budaya nya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, dan riang.Dalam sebuah bukunya Suma Oriental , Orang Portugis mencatat bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang sunda juga adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI. Rouffaer (1905: 16) menyatakan bahwa kata Sunda berasal dari akar kata sund atau kata suddha dalam bahasa Sansekerta yang mempunyai pengertian bersinar, terang, berkilau, putih. Dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Bali pun terdapat kata Sunda, dengan pengertian: bersih, suci, murni, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada. Orang Sunda meyakini bahwa memiliki etos atau karakter Kasundaan, sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas). Karakter ini telah dijalankan oleh masyarakat yang bermukim di Jawa bagian barat sejak zaman kerajaan Kerajaan Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda-Galuh, Kerajaan Pajajaran hingga sekarang. Dalam kehidupan masyarakat sunda kita manusia harus memiliki prinsif atau dasar, yaitu sikap “silih asih, silih asah, dan silih asuh”, artinya harus saling mengasihi, saling mengasah atau mengajari, dan saling mengasuh sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang diwarnai keakraban, kerukunan, kedamaian, ketentraman, dan kekeluargaan. berhubung penulis udah cape ngetik,(hehehehe) jadi hanya itu yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. semoga ada manfaat nya. terimakasih buat yang sudah berkenan mampir di blog sederhana ini.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com